Home / Berita Jabar / Belum Ada Kejelasan dari Pemprov Jabar, Relawan Nakes Covid-19 Harus Angkat Koper dari Hotel Harmoni

Belum Ada Kejelasan dari Pemprov Jabar, Relawan Nakes Covid-19 Harus Angkat Koper dari Hotel Harmoni

Kota Tasikmalaya, faktualjabar.com – 100 Relawan Tenaga Medis covid-19 yang merupakan garda terdepan menangani covid-19 di Kota Tasikmalaya harus angkat koper dari Hotel Harmoni yang biasa dijadikan tempat peristirahatan per tanggal 1 mei 2021.

Hal ini disampaikan Ade Sukma Nugraha Operasional Manager Hotel Harmoni kepada awak media, sabtu (1/5/2021). Dirinya mengatakan sesuai dengan kontrak hari ini sudah selesai, dikarenakan sampai saat ini dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat belum memberikan surat kepada Hotel Harmoni apakah fasilitas dan akomodasi untuk tenaga kesehatan ini akan diperpanjang atau tidak.

“kami tidak bisa berbuat banyak untuk meringankan beban para relawan, Dari Dinas Kota sudah berusaha maksimal untuk datang kesana Provinsi Jawa Barat menanyakan kepastian fasilitasi dan akomodasi para nakes, karena tidak mau mengambil resiko akhirnya para nakes ini harus keluar dari Hotel sesuai dengan kontrak awal, kita melayani mereka itu sesuai dengan kontrak” ungkapnya.

Hal ini Berbeda dengan di Kota Bandung, Pemerintah Provinsi Jawa Barat memperpanjang kerjasama dengan penyedia Hotel untuk para nakes yang bertugas di Rumah Sakit Hotel Sadikin Bandung.

Dilansir di Kompas.com Grand Hotel Preanger yang dikelola oleh PT Jasa Sarana Pariwisata (Jaswita) Jawa Barat (Jabar) telah menyiapkan 200 kamar sebagai akomodasi para nakes.

Lanjutnya, mereka kini harus mencari tempat baru dengan merogoh kocek sendiri tanpa dibiayai Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dikarenakan kembali ke Rumah bukan pilihan karena pernah mendapatkan pengusiran dari warga setempat karena ketakutan tertular Covid 19, belum para relawan nakes yang tinggal di luar daerah.

Sementara itu, relawan nakes covid-19 Nely Miftahul Hikmah, S.KM mengatakan bersyukur para relawan tenaga medis bisa difasilitasi Hotel oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat, meski pihaknya tidak punya uang ada tempat tinggal yang dibiayai Pemerintah.

“namun hari ini kita harus keluar karena belum diperpanjang, saya bingung harus tinggal dimana apalagi saya tinggal di cilacap dan tidak punya saudara disini”keluhnya.

Sambung Nely, apalagi gaji selama 2 bulan belum diterimanya ini membuat relawan nakes kebingungan, dikarenakan untuk tempat kos harus menggunakan DP terlebih dahulu.

“Berharap semoga secepatnya Pemerintah Provinsi Jabar memperpanjang fasilitas dan akomodasi untuk para nakes, karena relawan ini banyak yang dari luar kota, gaji juga belum dibayarkan kan kita tidak mungkin ngekos tanpa DP dulu” paparnya.

Sedikit bercerita dirinya yang harus standbye menolong pasien Covid 19, saat sedang libur kita tetap bertugas demi masyarakat agar tidak terjangkit Covid-19.

“Saat bertugas kita tidak pernah terlepas dari APD, dia jam sekali kita menggantinya. Pengalaman jadi relawan ini paling berkesan senang kita bisa bantu orang lain, namun kita juga memikirkan bagimana kita tidak terjangkit” pungkasnya.(ib)

About admin

Check Also

Spirit Ramadhan, GTHNK 35+ Berbagi Keberkahan Dengan Masyarakat

Kota Tasikmalaya, faktualjabar.com-di hari ke 27 ramadhan 1442 H tentunya dari berbagai kalangan berlomba-lomba mengadakan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *