Home / Berita Jabar / Nenek Imoh Warga Desa Purwasari Ciamis, Tinggal Digubuk Reyot Nyaris Rubuh

Nenek Imoh Warga Desa Purwasari Ciamis, Tinggal Digubuk Reyot Nyaris Rubuh

Kabupaten Ciamis – Faktualjabar.com, Nenek Imoh, salah satu warga RT 19 RW 02 Desa Purwasari Kecamatan Banjarsari Kabupaten Ciamis Provinsi Jawa Barat. Merupakan warga dibawah garis kemiskinan, setelah ditinggal oleh suami tercinta Nenek Imoh mempunyai 2 orang anak, laki – laki (Enceng) dan perempuan (Siti Rohimah).

anak Nenek Imoh yang perempuan sakit – sakitan sejak lama. Untuk berobat pun tidak ada biaya pergi ke puskesmas terdekat, Pihak puskesmas pun belum pernah datang langsung untuk melihat kondisi kesehatan Siti Rohimah. Kartu Jaminas Kesehatan (JKS – KIS) dari pemerintah yang diterimanya belum dirasakan manfaatnya secara maksimal.

Nenek Imoh merawatnya Siti Rohimah dengan penuh kesabaran dan keiklasan, pun begitu dengan anak lelakinya yang bekerja serabutan hanya mengandalkan buruh kasar dari tetangga sekitar.

Nenek Rohimah bersama anaknya Tinggal di gubuk bilik berlubang dengan tiang – tiang penyangga nya sudah mulai termakan rayap dan patah, kusen atap sudah mulai rapuh, penerangan lampu seadanya dengan menyambung dari rumah tetangga.

Dengan beralaskan tanah dan tidur di kursi yang sudah rusak. Jikapun hujan kondisi atap gubuk sudah pasti bocor. Mendiami tanah milik dari salah satu dermawan Haji Mujiman. Nenek Imoh iklas menghadapi dan menjalani kehidupannya selama ini.

Dari pihak Dinsos melalui pendamping PHK, Nenek Imoh pernah diundang tentang penjelasan program bantuan PKH dan Validasi Calon Peserta PKH, di Aula Desa Purwasari pada Bulan Agustus 2019.

Dea Salah satu tokoh pemuda sekaligus Ketua Karang Taruna Desa Purwasari, menyampaikan kepada wartawan bahwa Nenek Imoh ini sudah sejak lama kondisi memprihatinkan, pihaknya sudah menyampaikan kepada Intasi terkait yakni pihak Pemerintahan Desa, bahkan langsung ke Bupati melalui pesan Whatsapp (WA), namun belum ada action yang kongkrit sampaing sekarang.

“Nenek Imoh, selama 10 bulan terakhir ke belakang ini hanya menerima bantuan logistik beras 8 kg dan telur 2 kg tiap bulan nya dari Dinsos Kabupaten Ciamis melalui Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT),”pungkasnya. (Hendris)

About admin

Check Also

Bawaslu Kota Tasik : Sekolah Kader Pengawasan Partisipatif Dibentuk Untuk kepanjangan Tangan Bawaslu

Kota Tasikmalaya, faktualjabar.com – Badan Pengawasan Pemilu Kota Tasikmalaya mengadakan Kegiatan Sekolah Kader Pengawasan Partisipatif …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *