Home / Berita Jabar / Pembangunan Penampung Air Belum Berdampak Signifikan, Saat Kemarau Di Desa Payutran

Pembangunan Penampung Air Belum Berdampak Signifikan, Saat Kemarau Di Desa Payutran

Kabupaten Pangandaran, Faktualjabar.com – Beberapa desa di Kecamatan Padaherang mengalami kekeringan akibat musim kemarau sejak 5 bulan kebelakang di tahun 2019 ini.

Sebagian sumur warga yang menjadi sumber air bersih mulai mengering dan selama ini hanya mengandalkan embung weslik yang dikelola oleh desa payutran.

Rayono seorang masyarakat kampung karang lobak dusun payutran desa payutran mengatakan jika desanya sudah biasa dengan musim kemarau. Selama ini hanya mengandalkan embung desa (Situ Gede) yang di kelola namun ketika musim kemarau ini tidak ada perhatian dari pihak desa, dengan pipa – pipa di situ gede yang tidak maksimal, pipa paralon yang tidak terkelola dengan baik dan tidak adanya mesin sedot air untuk mengalirkan ke bak penampung air.

“Masyarakat merasa prihatin dengan pembangunan weslik dan bak penampung yang berlokasi di RT 07 RW 02 yang di kelola PAMSIMAS III tahun 2018 dengan menelan anggaran cukup besar kurang lebih Rp 230.000.000,- dan penampung bak ke – 2 lokasi di RT 06 RW 02 dengan menelan anggaran dari Dana Desa sebesar Rp 35.000.000,- tahun 2019 ini tidak berdampak secara signifikan kepada warga masyarakat dusun payutran”ucap Rayono

Hasil pantauan wartawan disejumlah titik di daerah dusun payutran memang mengalami defisit air, bahkan di sumber air situ gede sendiri debit air sangat minim.

Warga dusun payutran mengeluh karena aliran weslik tidak ada perhatian dari pemerintahan desa. Sehingga untuk kebutuhan sehari-hari warga mengandalkan suplai sumber mata air yang kadang-kadang juga tidak lancar.

“Sumur warga memang ada yang sudah kering, terlebih tingkat kedalaman sumur yang dangkal, namun kondisi ini belum sampai darurat.” kata Rayono.

Sementara lahan pertanian sawah dibiarkan begitu saja oleh warga tanpa bisa diolah dan ditanami padi. Mereka masih menunggu turunnya hujan agar lahan bisa diolah dengan mesin traktor.

Menurut petani setempat, biasanya hujan akan turun pada bulan Oktober mendatang. Sehingga masyarakat baru bisa turun ke sawah ketika air hujan turun dan saluran irigasi teraliri air ke sawah-sawah penduduk.(Hendris)

About admin

Check Also

Diduga Depresi Pria Di Cibeureum Membakar Diri dan Meninggal

Kota Tasikmalaya, Faktualjabar.com-Diduga Depresi Akibat Bercerai Dengan Istrinya, Muhamad Usma ( 56 ) warga Kampung …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *