Home / Berita Jabar / Sejarah Kampung Literasi Ciamis – Jawa Barat

Sejarah Kampung Literasi Ciamis – Jawa Barat

Kabupaten Ciamis, Faktualjabar.com-Keberadaan Kampung Literasi Ciamis memberikan perluasan akses informasi kepada masyarakat, menumbuhkan dan membudayakan minat baca, mengembangkan sikap positif, dan mengembangkan keterampilan. Kampung Literasi bertujuan mewujudkan masyarakat yang berpengetahuan, berketerampilan, maju, dan mandiri melalui kegiatan membaca agar memiliki pemahaman yang luas, untuk menciptakan masyarakat pembelajar sepanjang hayat (lifelong learning).

Kampung Literasi Ciamis di dirikan oleh Ahmad Wahyu Saputra, seorang pemuda inspiratif dari RT.01, RW.07 Dusun Awisari, Desa Cikoneng, Kecamatan Cikoneng, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat.

Program ini menjadi salah satu program turunan dari Gerakan Literasi Nasional Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, khususnya Gerakan Literasi Masyarakat.

Kampung Literasi Ciamis adalah kawasan kampung yang digunakan untuk mewujudkan masyarakat melek aksara (dasar, lanjutan, maupun multi aksara) agar memiliki pengetahuan dan pemahaman yang lebih luas.

Dengan adanya Kampung Literasi Ciamis, diharapkan dapat memberikan penguatan kepada pemerintah kabupaten dan kota dalam meningkatkan budaya baca kepada masyarakatnya.

Program Kampung Literasi diluncurkan pada tahun 2020.

Selama tahun 2020 Ahmad Wahyu Saputra sudah mengembangkan dan memberikan dukungan melalui Program Kampung Literasi kepada 756 Anak-anak, 230 Pemuda, 123 Orang Tua.

Bentuk dukungan yang diberikan antara lain memfasilitasi kegiatan Rembuk Budaya Baca, pengembangan rencana aksi Lingkungan, hingga bantuan dana pribadi untuk pembuatan sarana Olahraga dan kegiatan kepemudaan dilingkungan.

Di Kampung Literasi Ciamis dikembangkan program enam literasi dasar, yaitu literasi baca tulis, literasi berhitung, literasi sains, literasi keuangan, literasi teknologi informasi dan komunikasi (TIK), serta literasi budaya dan kewarganegaraan.

Selama ini literasi sering ‘diterjemahkan’ hanya sebagai keaksaraan, padahal keaksaraan atau program pemberantasan buta huruf hanya sebagian kecil dari literasi, yaitu bagian dari literasi baca tulis.

Harapan kami kedepannya Kampung Literasi Ciamis dapat berkembang dengan baik serta dapat bermanfaat untuk Masyarakat Kabupaten Ciamis dan sekitarnya. (Kostaman)

About admin

Check Also

Spirit Ramadhan, GTHNK 35+ Berbagi Keberkahan Dengan Masyarakat

Kota Tasikmalaya, faktualjabar.com-di hari ke 27 ramadhan 1442 H tentunya dari berbagai kalangan berlomba-lomba mengadakan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *