Home / Berita Jabar / Warga Kecewa, Pembangunan Jalan Penghubung Desa Tidak Ada Ganti Rugi Lahan

Warga Kecewa, Pembangunan Jalan Penghubung Desa Tidak Ada Ganti Rugi Lahan

Kabupaten Pangandaran, Faktualjabar.com – Sosialisasi Peningkatan Kapasitas Pembangunan Jalan desa penghubung antara desa kedungwuluh – panyutran, dengan menyerap anggaran 2.7 Miliar (Banprov) dilaksanakan di Kantor Aula Desa Kedungwuluh Kecamatan Padaherang pukul 13.30 WIB (05/09/2019)

Sosialisasi sempat alot dan ngotot antara pihak masyarakat pemilik lahan dengan pihak pemerintahan desa kedungwuluh.

Hadir dalam acara sosialisasi tersebut kepala desa kedungwuluh Teti Heryani dan para staf desa dan lembaga BPD.

Teti menyampaikan Sosialisasi ini progres dari perencanaan pembangunan jalan pada tahun 2018, yang akan direalisasikan tahun 2019, pembangunan peningkatan kapasitas jalan ini pihaknya menyampaikan atas nama pemerintahan desa bahwa apabila terjadi pelebaran dan pembebasan lahan tanah maupun tanaman yang dimiliki masyarakat tidak ada ganti rugi.

“meminta mohon untuk di iklaskan dan diridokan karena untuk kepentingan umum”ucapnya

Peningkatan kapasitas jalan ini dibagi dua yakni desa kedungwuluh dan desa panyutran dengan alokasi anggaran dibagi dua.

“Rijit Cor 30 cm, lebar 4 meter ini Pemdes pun juga merasa mentok karena tidak ada kompensasi yang didapat oleh warga masyarakat khususnya lahan yang akan terkena dampak peningkatan kapasitas pembangunan jalan ini,”pungkasnya.

Ditempat yang sama Endang Ketua BPD, menyampaikan bahwa peningkatan kapasitas jalan ini dimintai oleh Anggota Dewan Provinsi Jawa Barat dan akan direalisasikan sekarang dan mengaminkan apa yang disampaikan oleh kepala desa yakni tidak adanya kompensasi bagi masyarakat yang terkena dampak peningkatan kapasitas jalan kabupaten ini.

Dari rencana pembangunan peningkatan kapasitas jalan ini Unay warga masyarakat pemilik lahan tanah yang terkena dampaknya sempat memprotes bahkan keluar Aula Desa Kedungwuluh karena kekecewaannya karena tidak adanya ganti rugi dari pihak terkait walaupun itu untuk kepentingan umum.

Pihaknya sangat merasa dirugikan dan tidak menerima karena tanah dan tamanan nya terkena dampak pembangunan jalan.

Ditempat terpisah unay menyampaikan kekecewaannya kepada pihak wartawan, “Heran urang mah, jalan alus keneh alukan mah dirumat dirawat, nu rusak di hadean, padahal jalan raya cipanas di bangun 2017 bulan puasa”, pungkasnya. (Hendris)

About admin

Check Also

Diduga Depresi Pria Di Cibeureum Membakar Diri dan Meninggal

Kota Tasikmalaya, Faktualjabar.com-Diduga Depresi Akibat Bercerai Dengan Istrinya, Muhamad Usma ( 56 ) warga Kampung …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *