Home / Berita Jabar / 48 siswa Ikuti Pelatihan di LKK Banjar Siap Ditempatkan

48 siswa Ikuti Pelatihan di LKK Banjar Siap Ditempatkan

Banjar, Faktualjabar.com – Program latihan yang berbasis Kompetensi kembali berjalan sesuai dengan program, adapaun pelaksanaanya untuk Indoor maupun outdoor, sedang berjalan baik itu jurusan Menjahit, Tata Kecantikan, Pengolahan Hasil Perhutanan kayu bukan bambu, senin (20/09/2021)

Seperti yang di jelaskan Ketua UPTD LKK kota banjar Doni Ismaya S.Ip di temui di ruang kerjanya, dirinya menjelaskan sebanyak 48 orang siswa yang mengikuti pelatihan diantaranya 16 orang jurusan perkayuan dan Untuk Program MTU (Mobile Unit Training) jurusan Menjahit sebanyak 16 orang berikut Tata kecantikan 16 orang.

pelaksanaan program latihan selama 20 hari jurusan perkayuan yang diambil dari anggaran APBD, khusus Indoor jurusan perkayuan kolaborasi Linasi Bambu, dan untuk APBN tahun 2021 sedang berjalan dilaksanakan secara out door non boarding yaitu jurusan Menjahit di kelurahan Bojongkantong kecamatan Langensari dan untuk Tata Kecantik di Kelurahan Mekarsari kecamatan Banjar selama 22 hari.

“program pelatihan tahun ini yang bersumber dari anggaran APBD dan APBN bisa di manpaatkan oleh para peserta selama mengikuti pelatihan, tujuanya kedepan agar para lulusan peserta pelatihan ini bisa mendapatkan skill untuk bisa bekerja di perusahaan yang memerlukan yang sesuai dengan kebutuhan dan keahlian”kata Doni,

perusahan yang sudah bekerja sama dengan balai pelatihan yaitu Sansan saudara Tex di tasikmakaya, perusahaan konpeksi di wilayah langensari dan Mekarsari banjar, kedepannya kita akan bekerjasama dengan perusahaan yang sesui dengan program pelatihan jurusan yang ada.

“sampai saat ini kami sudah menempatkan beberapa orang peserta lulusan LKK yang sudah bekerja sesuai dengan keahlianya, sepeti menjahit 11 orang yang sudah di tempatkan, dan rencanaya lulusan pelatihan menjahit bulan juli, sebanyak 6 orang akan segera di tempatkan, untuk perkayuan yang sedang berjalan ini pesertanya secara prioritas kelompok petani hutan yang sudah berjalan yang bekerjasama dengan Dinas perhutanan wilayah VII ciamis”bebernya

sehinga hasil dari pelatihan ini bisa buka usaha sendiri seperti bikin Meja, Kursi, Lemari dan dari kayunya bisa bikin Tusuk sate dan Tusuk gigi, rencananya Dinas perhutani jawa barat akan berikan stimulan peralatan

Oleh karena itu Doni berharap bagi warga masyarakat yang Usia produktif ( 18-40 ) tahun, baik yang baru lulus pendidikan SMA/ SMK yg belum punya keahlian silahkan untuk mendaftar secara online di link Disnaker atau juga bisa mendaftarkan di program pelatihan MTU Berbasis Kompetensi, ini melalui Desa dan kelurahan, dengan demikian kami bisa membantu warga masyrakat desa dan kelurahan untuk mendapat pendidikan pelatihan menjahit, perkayuan, Tata kecantikan, perbengkelan, PHP, Las dan lainya.

“peserta yang mengikuti pelatihan perkayuan bukan bambu yg di prioritaskan akan selalu didampingi, kedepanya lulusan ini bisa ber inovatif, kreatif sehingga bisa berkembang untuk membuka usaha secara mandiri atau bekerja pada perusahaan lain, guna untuk meningkatkan tarap hidup perekomomianya. Dan sebetulnya masih banyak potensi hasil hutan yg bisa kita manpaatkan bukan hanya kayu dan bambunya aja”tandasnya. (Raga/Ws)

About admin

Check Also

Ini Harapan DPRD Kota Tasikmalaya di Hari Jadi Ke 20

Kota Tasikmalaya, faktualjabar.com- DPRD Kota Tasikmalaya mengadakan Rapat Paripurna DPRD Kota Tasikmalaya dengan agenda Hari …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *