Infonya Jawa barat
Home / Berita Jabar / Komisi IV DPRD Pangandaran Angkat Bicara Terkait Oknum Guru Memakai Uang Tabungan Siswa

Komisi IV DPRD Pangandaran Angkat Bicara Terkait Oknum Guru Memakai Uang Tabungan Siswa

Pangandaran, Faktualjabar.com – Ramainya pemberitaan dari berbagai media online terkait tabungan siswa yang diduga dipergunakan oleh salah satu oknum tenaga pendidikan di Sekolah Dasar Negeri (SDN) III Kedungwuluh Kecamatan Padaherang, yang sudah pindah ke SDN lain, menjadi perhatian serius bagi Komisi IV DPRD Kabupaten Pangandaran.

Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pangandaran, Wowo Kustiwa memberikan perhatian serius adanya kasus uang tabungan siswa yang belum dikembalikan oknum guru tersebut.

Selaku mitra kerja dari Dinas Pendidikan, Komisi IV DPRD Kabupaten Pangandaran juga membidangi tentang Kesehatan, Ketenagakerjaan, Bencana dan Keperpustakaan.

Dihubungi oleh Faktualjabar.com melalui pesan Whatsapp (WA) Sabtu (01/10/2022) Wowo menuturkan bahwa adanya kejadian tersebut tentu sangat prihatin khususnya kepada para orang tua wali murid dan tentu ketika anaknya sudah lulus seharusnya uang tabungan tersebut dikembalikan.

“apapun dalihnya tetap harus dikembalikan karena itu hak – hak meraka” Kata Wowo

Disisi lain tentu ini mencoreng dan mencederai di dunia pendidikan, maka kami selaku Komisi IV yang membidangi pendidikan akan memanggil Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Pangandaran.

“Minimal kepala dinas yang akan kami undang, tentu hal – hal yang akan kami tanyakan sudah sejauh mana kepala dinas menindaklanjuti oknum guru yang memakai uang tabungan tersebut,” terangnya.

Sebetulnya kejadian tersebut sudah menjadi klasik tidak hanya di SDN III Kedungwuluh, ini terjadi juga dibeberapa kecamatan yang tentu bagi Komisi IV akan mempertanyakan kepada Kepala Dinas.

“sampai sejauh mana pengawasannya karena dikhawatirkan akan berdampak buruk kepada semua, khususnya para stekholder baik Pemerintah Pusat maupun para pihak swasta”jelas Wowo.

Sejauh ini, apa saja yang dilakukan oleh Dinas tersebut terkait, uang tabungan yang digunakan oleh beberapa oknum guru?

“Masalahnya, kan kasus tabungan ini bukan hanya terjadi kali ini saja. Udah biasa memakai tabungan anak sekolah itu, bila ditelusuri lebih jauh mungkin bisa lebih parah dan ada lagi cuman belum ketahuan” ujar Wowo.

Sejauh ini, apa saja yang dilakukan oleh Dinas tersebut terkait, uang tabungan yang digunakan oleh beberapa oknum guru?

“Kan, gitu. Tapi, mungkin ada oknum guru tertentu yang memanfaatkan waktu itu. Ya, sebetulnya kalau memang seperti itu, kenapa tidak dilakukan seperti sistem perbankan saja. Supaya tidak mudah diambil oleh siapa saja.”tandasnya

“Sebelumnya, kan saya kira sudah berjalan lancar karena tabungan siswa itu kan ada waktunya. Ya, namanya manusia ada oknum ya jadi seperti itu lah,” tuturnya.

Menanggapi sudah tidak berjalannya koperasi sekolah, Ia menyebut, itu terjadi karena adanya oknum di dalam pengelolaan koperasi tersebut.

“Kedepannya, mending di simpan di perbankan saja kan, kalau melihat dengan adanya kejadian – kejadian seperti ini.”

Menurutnya, bisa uang tabungan disimpan di koperasi cuman sistemnya harus menggunakan sistem perbankan.

“Kalau sistem perbankan kan, oknum guru tidak mudah mengambil. Intinya, soal pengelolaan uang tabungan siswa itu sistemnya yang harus diperbaiki,” ucap Ia.

“Karena, berdasarkan laporan masyarakat, kami dari Komisi IV harus menanyakan yang sejelas jelasnya, pungkas” Wowo. (driez)

About Redaksi Faktualjabar

Check Also

Milangkala ke 7 Satlatsus Ulot dan Halal Bihalal Ulot-RMP Rekatkan Kekeluargaan

Kota Tasikmalaya, faktualjabar.com- Milangkala Tarung Derajat Satuan Latihan Khusus Usia Kolot (Satlatsus Ulot) Kota Tasikmalaya …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *