Infonya Jawa barat
Home / Berita Jabar / PENYALURAN BANTUAN DOMBA DI MARUYUNGSARI DIDUGA SARAT PENYIMPANGAN

PENYALURAN BANTUAN DOMBA DI MARUYUNGSARI DIDUGA SARAT PENYIMPANGAN

Pangandaran, Faktualjabar.com – Adanya bantuan berupa domba indukan kepada masyarakat desa per Rukun Tetangga (RT) 1 ekor dari Pemerintahan Pusat yang disalurkan oleh Pemerintahan Desa Maruyungsari guna mendorong masyarakat dalam ketahanan pangan dan hewani tahun 2022.

Anggaran yang bersumber dari Dana Desa (DD) sebesar 20% tersebut seyogianya harus bisa dimanfaatkan dan dirasakan betul oleh para masyarakat.

Sebanyak 34 ekor domba indukan disalurkan secara bertahap. Dusun Tarisi merupakan Dusun yang paling awal mendapatkan penyaluran domba indukan sebanyak 8 ekor domba indukan untuk 8 RT,

di ungkapkan oleh Sekretaris Desa Maruyungsari Supandi kepada awak media, Selasa (12/04/2022).

“Untuk harga per ekornya domba sebesar Rp 2.000.000,- harga per ekor domba indukan. Sedangkan untuk pembelian domba indukan dibeli dari kelompok ternak yang berada di Desa Maruyungsari, yang ketua kelompoknya Torino mantan Kepala Desa Maruyungsari sebelumnya”papar Supandi.

 

Sementara ditempat terpisah saat dikonfirmasi oleh beberapa awak media, Edi Sukirman salah satu penerima manfaat diwilayah Dusun Tarisi RT 06 RW 02 yang juga ketua RT yang kesehariannya bergelut dengan ternak dan jual – beli ternak domba

“jenis domba indukan yang diterimanya dengan harga Rp 2.000.000,- itu sangat tidak sesuai, perkiraan untuk jenis domba indukan yang disalurkan itu pasarannya sekitar Rp 1.200.000,-,”ucapnya.

 

“Namun selaku penerima manfaat dirinya tidak bisa berbuat apa – apa karena ini merupakan bantuan untuk masyarakat yang ditugaskan selaku penanggungjawab dan hanya mengurus saja”ujarnya.

 

Hal senada juga dipaparkan oleh Suhadno RT 03 RW 02 Dusun Tarisi, yang sama – sama juga kesehariannya sebagai peternak dan jual beli domba menyampaikan hal yang sama ke beberapa awak media, Minggu (10/04/2022).

“Harga yang sudah dianggarkan sebesar Rp 2.000.000,- jenis domba indukan yang diterima tidak pantas, karena saya juga selaku peternak tahu harga pasaran, mana domba yang pantas untuk harga tersebut,”tandasnya.

Menelaah dari beberapa penerima manfaat domba indukan dengan keterangan Sekdes, adanya selisih sebesar Rp 800.000,-, sedang jumlah yang disalurkan sebanyak 34 RT, artinya jika dikalikan, maka diduga ada  keuntungan sebesar Rp 27.200.000,-. dari anggaran DD sebesar 85.000.000 (20%).

Diharapkan ada tindakan dari dinas terkait dalam hal ini Dinsos PMD Pangandaran dan Aparat Penegak Hukum (APH) untuk menindaklanjuti perihal program ketahan pangan dan hewani di Desa Maruyungsari Kecamatan Padaherang. (dz)

About Redaksi Faktualjabar

Check Also

Berawal #biasainpagi menjadi #tasikberlari

Kota Tasikmalaya, faktualjabar.com- Sabtu yang cerah di pagi hari, beberapa kelompok pelari berkumpul di Cafe …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *