Infonya Jawa barat
Home / Berita Jabar / Politik Identitas Selalu Muncul Dalam Hajat Pilkada Di Tasikmalaya

Politik Identitas Selalu Muncul Dalam Hajat Pilkada Di Tasikmalaya

Kota Tasikmalaya, faktualjabar.com – Panitia Festival Bhineka Tunggal Ika yang berjudul Bersatu dalam Keberagaman Untuk Akselerasi Pembangunan Tasikmalaya, acara tersebut diisi dengan Talk Show yang menghadirkan bintang tamu dari Jakarta. Senin (27/11/2022) Di GOR Sukpura Dadaha

Salah satu yang menjadi Nara Sumber dalam acara tersebut yaitu Bode Roswandi Ketua dewan Kesenian Kota Tasikmalaya, dirinya menuturkan dalam talk show, politik identitas sejak awal tidak mungkin bangsa Indonesia melepaskan politik identitas,

“bahwa tidak mungkin Tamara bersuku Batak disamakan dengan saya dari Sunda, justru disini adalah identitas seseorang akan berbeda dan tidak mungkin dihilangkan apalagi dengan perbedaan agama tidak mungkin dihilangkan, perbedaan identitas itu tidak mungkin dilenyapkan, akan Tapi harus diikat dalam persaudaraan kemanusiaan”kata Bode

Dalam kasus politik sejak lama Tasikmalaya, isu politik itu memang selalu diidentitaskan mungkin isu-isu itu hanya berlaku ketika peristiwa politik sedang berjalan lalu pada kemana waktu pesta demokrasi sedang tidak berjalan.

“Diduga isu ini sebagai komoditas politik yang benar-benar sebagai biro jasa untuk pemenuhan kebutuhan hidupnya dan kita bisa memprediksi bahwa oknum tersebut memang untuk menjual bahan isu-isu sebagai isu sara”ucap Bode.

Seperti diketahui Isu Syiah selalu muncul saat Hajat Politik dan ditujukan kepada Keluarga Besar Mayasari Plaza

“Di Tasikmalaya setiap event Politik Itu Pasti Ada Isu Kepada Keluarga Kami Syiah, saya tidak marah, hanya kasihan dan saya biarkan saja, saya tidak dilawan” Kata Azies Rismaya Mahpud.

Lanjutnya, padahal latarbelakang keluarga Azies Rismaya Mahpud, itu orang yang paling toleran di Cicurug mazhab apapun datang kerumah.

“termasuk saya pernah pesantren 3 tahun di PUI, Tamara bilang bahwa DNA itu Bhineka tunggal ika, apalagi perbedaan itu fitrah dan dia harus meletakan dalam prinsip kemanusiaan yang universal” Tambahnya (kostaman)

About Redaksi Faktualjabar

Check Also

Berawal #biasainpagi menjadi #tasikberlari

Kota Tasikmalaya, faktualjabar.com- Sabtu yang cerah di pagi hari, beberapa kelompok pelari berkumpul di Cafe …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *